my Photo

my Photo

Selasa, 26 November 2013

MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENDIDIKAN ORANG DEWASA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Dampak perkembangan Iptek terhadap proses pendidikan adalah semakin banyaknya sumber dan media dalam proses pembelajaran seperti buku, teks, modul, film, televise, video, slide, hypertext, web dan sebagainya.
Media pembelajaran sering kali disebut sebagai alat bantu atau media pembelajaran dalam dunia pendidikan. media sebagai salah satu komponen yang digunakan dalam proses pembelajaran dipilih berdasarkan tujuan dan sebagai bahan pelajaran yang telah ditetapkan, sehingga guru memiliki peran sebagai subyek dari pembelajaran yang nantinya harus dapat memilih media yang sesuai dan tepat agar apa yang nantinya akan disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Selain itu media merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri dan tidak bias lepas dari proses pembelajaran daik pembelajaran pedagogi ataupun andragogi. Namun pembelajaran antara pedagogi dan andragogi tidak bias disamakan dimana perbedaan tersebut tampak dari upaya pembelajaran orang dewasa yang berpusat pada warga belajar itu sendiri (learned centered).
Makalah ini membahas mengenai media Audio-Visual sebagai proses pendidikan Orang Dewasa, dimana didalamnya mencakup mengenai definisi dari media belajar itu sendiri, fungsi media audio-visual, Media Audio Visual sebagai Pendidikan Orang Dewasa, Macam-macam Audio Visual sebagai media pembelajaran orang dewasa,
Makalah ini dibuat dengan harapan para tutor atau guru nantinya dapat memperhatikan prinsip-prinsip belajar untuk orang dewasa, sehingga prinsip tersebut dapat menjadi pegangan atau panduan dalam praktek membimbing kegiatan  belajar orang dewasa. Karena mengajar anak-anak dengan mengajar orang dewasa sangatlah berbeda, sehingga perlu adanya pemahaman secara mendalam dalam proses pembelajaran orang dewasa.

 1.2.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2.      Apa Fungsi media dalam pembelajaran orang dewasa?
3.      Bagaimana Karakteristik Orang Dewasa dalam Belajar?
4.      Apa saja Macam-macam Audio Visual sebagai media pembelajaran orang dewasa?
5.      Apa Kelemahan dan Kelebihan dari medio Audio-Visual?

1.3.Tujuan Penulisan

Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca nantinya dapat lebih memahami mengenai :
1.      Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran.
2.      Fungsi media dalam pembelajaran orang dewasa.
3.      Karakteristik Orang Dewasa dalam Belajar.
4.      Macam-macam Audio Visual sebagai media pembelajaran orang dewasa.
5.      Kelemahan dan Kelebihan dari medio Audio-Visual’

BAB II
LANDASAN TEORI


Dari beberapa sumber yang didapat, diperoleh teori-teori sebagai berikut:
1.      menurut Wallington, C.J. 1996 media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.
2.      Menurut  Susilana (2007) media berasal dari kata latin dan bjamak dari kata “medium”, dan secara harfiah media diartikan sebagai perantara atau pengantar.
3.      Dalam sudjana (1996). Sudjana menjelaskan pengertian dari pendidikan orang dewasa, ia menyatakan bahwa pendidikan orang dewasa adalah pendidikan yang diperlukab oleh orang dewasa dalam lingkungan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kemamuan, pengalaman, kreatifitas,dan profesi yang telah dimiliki serta memperoleh cara-cara baru dan merubah sikap juga perilaku.
4.      Mappa (1994-114) mengatakan bahwa Orang dewasa cendrung memilih kegiatan belajar yang dapat segera diaplikasikan, baik pengetahuan ataupun ketrampilan yang dipelajari. Bagi orang dewasa, pendidikan orang dewasa hakikatnya adalah proses peningkatan kemampuan untuk menanggulangi masalah kehidupan yang dialami sekarang.
5.      Srinivasan (1977: 35-69) dalam baslemen.2011 menglkasifikasikan metode pendekatan menjadi beberapa bagian,ia mengajukan tiga macam pendekatan orang dewasa terhadap belajar, yakni pendekatan yang berpusat pada masalan, pendekatan Proyektif, dan pendekatan aktualisasi diri.
6.      Didalam http://www.psichologymania.com Maslow dalam Arianto (2009) menyatakan bahwa  aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi psikologis yang unik.
7.      Penggunaan media audio-visual dirasakan lebih efektif karena selain melihat siswa juga dapat mendengar sehingga materi yang disampaikan akan lebih mudah untuk di ingat dibandingkan hanya dengan membaca ataupun menulis. Hal tersebut diungkapkan  dalam munandi. 2013.
8.      Asnawir (2002:100) dalam munadi2013 telah mengklasifikasikan jenis film menjadi 10 jenis film, yaitu film informasi , film kecakapan atau drill, film apresiasi, film documenter atau film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi, film rekreasi, film episode, film sain, film berita (news), film industry, dan film provokasi.
9.      Menurut Heinich dkk dalam.(Munadi. 2013:177) Film documenter adalah film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula metafisikan yang fakta. Jadi apa yang ada didalam film benar-benar terjadi dan tidak dibuat-buat atau rekayasa belaka.
10.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 1119) mengertikan video dengan:
§ Bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televise.
§ Rekaman gambar hidup untuk ditanyakan pada pesawat televise.
11.  Video merupakan rangkaian dari kata vi.deo dimana bila diartikan kedalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Luar jaringan (Luring) video memiliki arti:
§ Bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televise, dan
§ Rekaman gambar hidup atau program televise untuk ditayangkan lewat pesawat televise.
      Namun bila dijabarkan, video merupakan media yang dapat dilihat dan terdapat suara didalamnya pada gambar bergerak yang hidup, proses perkembangan, dan penayangannya menggunakan suatu teknologi
12.  Omar Hamalik (1985: 134) dalam munadi (2013: 140) menjelaskan mengenai pengertian televise dalam bahasa Inggris dan bila diartika, Televisi adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara sehingga bila disimpulkan maka televise sama dengan film, yang dapat dilihat dan didengar.
13.  Pengertian telavisi dan jenis-jenis telefisi telah dijelaskan dalam Susilana. 2007:20. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa televise adalah media yang dapat menampilkan pesan secara audio visual dan gerak (sama dengan film). Dan membagi telefisi kedalam beberapa Jenis, diantaranya : Televisi Terbuka, Televisi siaran terbatas (TVST), dan video-cassette recorder.
14.  Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, Guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran.(dalam http://file.upi.edu).
 
BAB III

PEMBAHASAN


3.1.Definisi Media Pembelajaran

   Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Wallington, C.J, 1996). Sedangkan Media pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan sebagai penyalur informasi belajar yang dapat mempengaruhi perasaan, pikiran, dan kemudian muncul sebuah keinginan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi.
Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, Guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. (dalam http://file.upi.edu).
Kata “Media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut berarti perantara atau pengantar (susilana, 2007).
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (Bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang sangat penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa adanya media, komunikasi tidak akan berlangsung dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bias berlangsung secara optimal.

3.2.Media Audio Visual dalam Pendidikan Orang Dewasa
      Pendidikan Orang Dewasa (Adult Education) yaitu pendidikan yang disajikan  untuk membelajarkan orang dewasa.
      Dalam Sudjana (1996). Menerangkan bahwa pendidikan orang dewasa adalah pendidikan yang diperlukan bagi orang dewasa dalam lingkungan masyarakatnya, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan, memperkaya pengetahuan, menungkatkan kualifikasi teknik dan profesi yang telah dimilikinya, memperoleh cara-cara baru serta merubah sikap dan perilaku.

3.2.1.      Fungsi media dalam pembelajaran orang dewasa
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (Guru) menuju penerima (Siswa).
Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi  guna mencapai tujuan pembelajaran. 
Dalam proses pembelajaran itu terdapat pesan-pesan yang harus dikomunikasikan. Pesan tersebut merupakan isi dari suatu toik pembelajaran yang isampaikan oleh guru atau tutor kepada siswa atau peserta . dimana penyampain tersebut melalui suatu media perantara dengan menggunakan prosedur pembelajaran yang disebut dengan sebuah metode.
Pada dasarnya fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar. Selin itu media juga berfungsi untuk:
§  Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
§  Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera.
§  Member rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
                  Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media adalah sebagai berikut:
1.      Kemampuan Fiksatif
      Kemampuan untuk dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembalisuatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
 2.      Kemampuan Manipulatf
      Media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (Manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatan, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang enyajiannya.
3.      Kemampuan Distributif
      Media mampu menjangkau audien yang jumlahnya besar dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.

3.2.2.      Karakteristik Orang Dewasa dalam Belajar
         Orang dewasa cendrung memilih kegiatan belajar yang dapat segera diaplikasikan, baik pengetahuan ataupun ketrampilan yang dipelajari. Bagi orang dewasa, pendidikan orang dewasa hakikatnya adalah proses peningkatan kemampuan untuk menanggulangi masalah kehidupan yang dialami sekarang. (Mappa, 1994: 114). Proses pembeajaran orang dewasa memiliki keunikan. Keunikan tersebut merupakan karakteristik belajar orang dewasa.
Karakteristik belajar orang dewasa, yaitu:
1.      Orang dewasa memiliki pengalaman yang berbeda-beda.
2.      Orang dewasa yang miskin memiliki tendensi, merasa bahwa ia idak dapat menentukan hidupnya sendiri.
3.      Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran daripada digurui.
4.      Orang dewasa lebih member perhatian pada hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya.
5.      Orang dewasa lebih suka dihargai daripada diberi hukuman atau disalahkan.
6.      Orang dewasa yang pernah menglami putus sekolah, memiliki kecendrungan untuk menilai lebih rendah kemampuan belajarnya.
7.      Apa yang dilakukan orang dewasa, menunjukkan tahap pemahamannya.
8.      Orang dewasa secara sengaja mengulang hal yag sama.
9.      Orang dewasa sudah belajar sejak kecil tentang cara mengatur hidupnya. Oleh karena itu ia lebih suka melakukan sendiri sebanyak mungkin.
10.  Orang dewasa menyukai hal-hal yang praktis.
11.  Orang dewasa suka diperlakukan dengan kesungguhan iktikad yang baik, adil dan masuk akal.
12.  Orang dewasa membutuhkan waktu lebih lama untuk lebih akrap dan menjalin hubungan dekat dengan teman baru

3.2.3.   Sifat Dasar Orang Dewasa dalam Belajar
      Usia dewasa merupakan usia untuk seseorang memantapkan kemampuan dan ketrampilan dasar seseorang yang telah diperoleh pada masa muda ataupun masa kanak-kanak. Pada usi dewasa, kemampuan dan ketrampilan dasar seseorang juga dikembangkan agar semakin banyak pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh, sehingga orang tersebut akan lebih mantap untuk belajar ebih lanjut.
      Dalam proses belajar, tidak semua orang dewasa memiliki minat untuk belajar, sehingga peru adanya motivasi sehingga orang dewasa memiliki semangat dan termotivasi untuk belajar dan dengan melakukan pendekatan-pendekatan.
      Srinivasan (1977: 35-69) mengajukan tiga macam pendekatan orang dewasa terhadap belajar, yakni sebagai berikut:

a.      Pendekatan yang berpusat pada masalah
      Dalam pendekatan ini , motivasi untuk belajar nampaknya lemah, sehingga mereka perlu dibangkitkan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan diikut sertakan dalam penelitian mengenai masalah yang dihadapi.
b.      Pendekatan Proyektif
      Pendekatan ini digunakan secara ektensi dengan menguraikan konsep-konsep kehidupan ekonomi, dan keluarga yang semuanya dikembangkan melalui cerita yang tidak terbatas sebagai strategi .
c.       Pendekatan Aktualisasi Diri
Maslow dalam Arianto (2009) dalam http://www.psichologymania.com menyatakan aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi psikologis yang unik.
      Pendekatan aktualisasi diri berpendirian bahwa perubahan akan efektif bila dimulai dari diri sendiri, mengandalkan kemampuan diri secara lebih positif, yakni lebih percaya pada diri sendiri. Pendekatan ini lebih berpusat pada warga belajar dan prosesnya digerakkan oleh warga belajar.
Dalam proses belajar orang dewasa seorang guru atau pengajar hendaknya memilih media yang sesuai dengan kemampuan juga kebutuhan, terutama media yang menarik agar menarik minat belajar orang dewasa, seperti penggunaan media audio-visual dalam proses pembelajaran orang dewasa.

3.3.Macam-macam Media Audio Visual dalam Pendidikan Orang Dewasa
                        Media sangatlah identik dengan guru karene media merupakan salah satu komponen utama dalam pembelajaran, selain tujuan, materi, metode, dan evaluasi, maka sudah seharusnya seorang guru menggunakan media dalam proses pembelajaran. Sehingga diperlukan bagi seorang guru memilih media untuk proses pembelajaran dengan tepat atau sesua dengan apa yang diperlukan oleh siswa.
      Selain itu media merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri dan tidak bias lepas dari proses pembelajaran daik pembelajaran pedagogi ataupun andragogi. Namun pembelajaran antara pedagogi dan andragogi tidak bias disamakan dimana perbedaan tersebut tampak dari upaya pembelajaran orang dewasa yang berpusat pada warga belajar itu sendiri (learned centered).
      Penggunaan media audio-visual dirasakan lebih efektif karena selain melihat siswa juga dapat mendengar sehingga materi yang disampaikan akan lebih mudah untuk di ingat dibandingkan hanya dengan membaca ataupun menulis (dalam munandi, 2013). Adapun macam-macam media audio-visual, yaitu:

3.3.1.Film
                  Media audio-visual ini terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi suara dan gambar dalam satu unit dn dinamakan sebga media audio-visual murni, seperti film gerak (movie) bersuara, televise dan video. Jenis kedua adalah audio-visual tidak murni, seperti slide, opaque, OHP dan peralatan visual lainnya.
      Film merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Apa yang terlihat oleh mata dan terdengar oeh telinga, lebih cepat dan lebih mudah untuk di ingat dibandingkan apa yang dibaca atau di dengar saja.

3.3.1.1.Manfaat dari media film dalam meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pembelajaran, yaitu:
§  Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.
§  Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu secara realitas dalam waktu yang singkat.
§  Film dapat diulangi apabila perlu untuk menambah kejelasan.
§  Pesan yang disampaikan cepat dan mudah untuk di ingat.
§  Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa.
§  Sangat kuat dalam memengaruhi emosi seseorang.
§  Mengembangkan imajinasi peserta didik.
§  Menumbuhkan minat dan motivasi belajar, dll

3.3.1.2.Jenis-jenis film
Berdasarkan konteks pembelajaran, film memiliki banyak jenis yang variatif, diantaranya yaitu:
§  Film Dokumenter
       Menurut Heinich dkk dalam.(Munadi. 2013:177) Film documenter adalah film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula metafisikan yang fakta.
§  Docudrama
     Yaitu film documenter yang membutuhkan pengadegan.
§  Film drama dan semidrama
       Keduanya melukiskan human relation tema bias dari kisah-kisah nyata ataupun dari nilai-nilai kehidupan yang diramu menjad sebuah cerita.
       Berdasarkan klasifikasi film, Asnawir (2002:100) mengklasifikasikan menjadi 10 jenis film, yaitu film informasi, film kecakapan atau drill, film apresiasi, film documenter, rekreasi, film episode, film sain, film berita (news), film industry, dan film provokasi.

3.3.2.Vidio
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Luar jaringan (Luring) mengertikan video dengan:
1.   Bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televise, dan
2.   Rekaman gambar hidup atau program televise untuk ditayangkan lewat pesawat televise.
                  Bila dijabarkan, video merupakan media yang berkenaan dengan apa yang dapat dilihat dan di dengar pada gambar yang bergerak (hidup), proses perkembangannya, dan penayangannya yang melibatkan teknologi.
      Karakteristik video banyak kemiripan dengan media film, diantaranya adalah:
§  Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.
§  Video dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan.
§  Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat.
§  Mengembangkan ikiran dan pendapat para siswa.
§  Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.
§  Dengan adanya video penampilan dapat dilihat kembali untuk dievaluasi.
      Selain kelebihan diatas, video juga memiliki sisi kekurangan, yaitu media ini terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut.

3.3.3.Televisi
      Omar Hamalik (1985: 134) dalam munadi (2013: 140): “television is an electronic motion picture with conjoined or attendant sound; both picture and sound reach the eye and ear simultaneously from a remote broadcast point”.
      Definisi tersebut menjelaskan bawa televise sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Maka televise sebenarnya sama dngan film, yang dapat dilihat dan didengar.
Media televise mengandung beberapa keuntungan, yaitu:
§  Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
§  Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai Negara.
§  Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
§  Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.
§  Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.

3.4.Kelemahan dan Kelebihan medio Audio-Visual
           Dalam proses pembelajaran, media tidak selalu bernilai positif, ada beberapa kelemahan dan kelebihan dalam penggunaan media dalam pembelajaran. Didalam media audio-visual juga terdapat kekurangan atau kelemahan dan kelebigannya, diantaranya sebagai berikut:

3.4.1.FILM (Motion Picture)
       Film juga disebut gambar hidup (Motion Picture), yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak.
       Ada beberapa jenis film, diantaranya film bisu, film bersuara, dan film gelang yang ujugnya saling bersambungan dan proyeksinya tak memerlukan penggelapan ruangan.
3.4.1.1.Kelebihan Media Film
a.       Meemberikan pesan yang dapat diterima secara merata oleh para siswa.
b.      Lebih realitas, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan.
c.       Memberikan kesan yang mendalam, yang bias mempengarusi sikap siswa.
d.      Sangat bagus dalam menerangkan suatu proses.
e.       Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
 3.4.1.2.Kelemahan Media Film
a.    Memerlukan operator kusus untuk mengoperasikannya.
b.   Harga produksinya cukup mahal.
c.    Memerlukan penggelapan ruangan.
d.   Pembuatannya memerlukan banyak waktu dan tenaga.
 3.4.2.VIDEO
Video merupakan suatu media yang dapat memancarkan gambar hidup pada pesawat televisi dan suara melalui pesawat telefisi.
 3.4.2.1.Kelebihan media video
§   Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistic.
§   Mampu mengembangkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.
§   Dapat membawa siswa berpetualang dari Negara satu ke Negara lain dan dari masa satu ke masa yang lain.
§  Mengembangka imajinasi
§  Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa.
§  Pesan yang disampaikan berlangsung cepat dan mudah di ingat.
§  Menghemat waktu dan dapat program dapat diulang-ulang sesuai dengan kebutuhan.
§  Saat proses pembelajaran ruangan tidak perlu gelap.
§  Dengan menggunakan alat perekam pita video penonton atau siswa dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli spesialis.
 3.4.2.2. Kekurangan media video
§  Video lebih menekankan pada materi daripada proses pengembangan materi tersebut.
§  Peserta sukar untuk berpartisipasi dan perhatian siswa sulit untuk dikuasai.
§  Baya peralatan relative mahal
§  Komunikasi bersifat satu arah dan harus diimbangi dengan umpan balik yang berbeda.
§  Objek yang disajikan tidak mendetail.
§  Jangkauan terbatas.
 3.4.3.      TELEVISI
                 Telefisi adalah media yang dapat menampilkan pesan secara audio visual dan gerak (sama dengan film). Jenis media televise diantaranya : Televisi Terbuka, Televisi siaran terbatas (TVST), dan video-cassette recorder (VCR). (dalam Susilana. 2007:20).
 3.4.3.1. Media Televisi Terbuka
       Media televise terbuka adalah media audio-visual gerak yang penyampaian pesannya melalui pancaran gelombang elektromagnetik  dari satuu stasiun, kemudian pesan diterima mmelalui pesawat televise.
 1.   Kelebihan Media televise terbuka
a.    Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
b.   Jangkauan penyebarannya sangat luas.
c.    Informasi atau pesan yang disampaikan lebih actual.
d.   Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.
e.    Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa.
f.    Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
 2.   Kelemahan Media televise terbuka
a.    Gambarnya relative kecil.
b.   Sifat komunikasinya hanya satu arah.
c.    Program tidak dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan.
d.   Kadang terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetic.
 2.3.3.2.                           Media televise siaran terbatas (TVST)
      TVST atau CCTV adalah media audio-visual gerak yang penyampaian pesannya di distribusikan menggunakan kabel.
      Kelebihan televise ini dibandingkan dengan televise terbuka yaitu komuikasi dapat dilakukan secara dua arah ( hubuan proses pembelajaran dilakukan melalui intercom), kebutuhan peserta didik  data lebih diperhatikan dan terkontrol. Sedangkan kelemahannya yaitu jangkauannya relative terbatas.
   
BAB IV
PENUTUP

4.1.Simpulan
      Pendidikan bukan hanya dibutuhkan oleh anak namun pendidikan di butuhkan juga oleh semua manusia, baik kaya, miskin, muda, ataupun  tua. Dalam duia pendidikan guru memiliki peranan penting dalam keberlangsungnya proses pembelajaran dan dengan adanya media atau alat bantu akan menjadikan proses pembelajaran akan lebih memberikan dampak besar pada
Proses belajar merupakan proses komunikasi antara komunkator atau guru dengan komunikan atau siswa. Media sangat berperan dalam proses pembelajaran karena dengan adanya media. Siswa aka lebih mudah menerima apa yang di sampaikan oleh guru, karena media dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
 Dalam proses belajar orang dewasa tidak dapat disamakan dengan proses belajar anak-anak, karena orang dewasa cendrung memilih kegiatan belajar yang dapat segera diaplikasikan baik itu berupa pengetahuan atau ketrampilan yang telah dipelajari.
            Media pembelajaran Audio-Visual terdiri dari beberapa jenis, seperti: Telefisi, Video, dan Film. Dimana media tersebut terdapat berbagai kelebihan juga kekurangan.dan media ini memiliki berbagai fungsi yang dapat merangsan siswa dalam proses belajar.

4.2.Saran
         Banyaknya manfaat dan fungsi dari media pembelajaran terutama media Audio-Visual, diharapkan guru tidak memberikan pembelajaran hanya dengan metode ceramah, namun dapat memanfaatkan media tersebut, seperti televise, video, atau film. Karena dengan menggunakan media yang dapat didengar dn dilihat seperti media audio-visual peserta didik akan lebih mudah untuk memahami dan akan lebih mudah menerim apa yang ingin disampaikan oleh guru atau komunikator .

DAFTAR PUSTAKA
Wallington, C.J. 1996. Media Production. New York: Elsevier Science, Inc.
Susilana, Rudi & Riana, Cepi. 2008. Bandung: CV Wacana Prima.
Balseman,Anisah & Syamsu, Mappa. 2001. TEORI BELAJAR ORANG DEWASA. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran, sebuah pendekatan. Jakarta selatan: Reverensi (GP ress Group).
 Sudjana, H.D. 2001. Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production.

Mappa, Syamsu dan Anisah Basleman. 1994. Teori Belajar Orang Dewasa. Jakarta: Departemen P & K
Sudjana, H.D. 1996. Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar